Tembak Saja!
Ku melihat saudaraku
Saudaraku terbaring dalam balutan
Kemiskinan yang dirasakan
Aku remuk!
Hancur!
Kami bagaikan budak yang mengandung semua
Semua hasil dosa kalian!
Tembak mereka yang bagaikan malaikat bersayap putih
Senyum yang di umbarnya
Janji yang diucapnya
Hanya bagaikan riasan dirinya yang bagaikan setan!
Tembak saja!
Tembak mereka yang menari-nari di atas lelah kami
Di atas penderitaan kami
Di atas perjuangan kami
Tembak saja mereka yang merupakan peranakan setan!
Jika nyawa masih di kandung badan
Diri ini siap menjadi tameng
Untuk saudara-saudara ku tercinta

Nah ini nih yg tak sebut pendekar aksara di puisiku yg judulnya Kesaktian Pendekar Aksara tp di blogku yg satunya...
BalasHapusmengutip bait terakhir "Kesaktian Pendekar Aksara"
HapusOh pendekar aksara..
Diammu adalah permata..
Dalam sepi engkau bergemuruh..
Dalam hening engkau bergeming..
Dalam realita dan imaji engkau berjibaku..
Wah, pujian tuh untuk agan Dirga
wahaha agan Aldy dan Faris makasih masukan dan sarannya saya akan berusaha sebaik mungkin kedepannya
HapusUntuk semua dong kan puisinya saya tujukan untuk para penulis termasuk juga dalam berbagai subbidangnya...
BalasHapuswah iya mas faris heheh untuk semua apapun bisangnya :)
BalasHapus