MIMPI SANG PEMUDA MENUJU TANGGA MASA DEPAN

Sabtu, 27 Februari 2016

Malikir

Mungkin beberapa orang mengatakan apa dan siapa itu "Malikir", untuk menjelaskan itu akan ku putar waktu sejak pertama kali ku menggoreskan penaku untuk mencintai beberapa bait sajak maupun cerita pendek, melihat beberapa penulis ulung yang memiliki nama pena dan jiwa selalu tertarik untuk menari bersama nama pena itu tapi ku tetap bahagia menuliskan semua berlabel nama asli ku " Dirga Ramadhan" dan beberapa bulan kulewati hingga menginjakkan kaki di kelas XII SMA waktu extrales buat persiapan ujian nasional sekali lagi diriku terpanah untuk mengalirkan sebuah nama pena didalam tubuhku setelah perbincangan dengan kawan ku yang mengecap dirinya "Aldy Jabir" ini lahirlah sebuah nama Malikir yang berasal dari kata Malik yang artinya maha merajai dan kata Dirga yang berasal dari nama asliku

Persuasif


Harus kah ku tetap termenung di antara beberapa lembaran hal yang membuatku 
mematung? Kali ini ku hanya duduk manis di bawah pepohonan yang rindang ditemani siulan burung gereja kecil, sesekali ku bertanya pada ranting yang jatuh, "apakah yang terasa disaat harus pergi meninggalkan sesuatu yang pernah melekat?" ku hanya melihat ranting itu terdiam dan perlahan pergi digusur oleh hempasan angin, untuk kesekian kalinya mencoba untuk mencintai seseorang lagi, mencari kebahagiaan bersama untuk memijah diri dari suatu yang dikira orang mati hari ini, masih terngiang beberapa helai senyumnya dengan dukungan beberapa suara halusnya

Senin, 15 Februari 2016

ATNIC

Angin pagi mengetuk-ngetuk jendela kamar seorang pemuda blasteran Paris dan Jakarta ini seraya ingin menghempaskannya dari mimpi indahnya, beberapa saat datanglah wanita separubaya membangunkan pemuda itu, “Mas, bangun mas sudah jam berapa ini, nanti telat loh ke sekolahnya” tanpa menghiraukannya pemuda itu tetap saja bergelut dengan mimpi indahnya, tapi wanita itu tak habis akal ia membasuh wajah pemuda itu dengan air sehingga ia terjatuh dari tempat tidurnya karena terlalu kaget, “Lah bibi ganggu aja orang lagi asik nih” sambil merapikan dirinya dan berjalan ke kamar mandi, sang bibi merapikan tempat tidurnya sambil berkata “Mas sarapannya sudah jadi kalau selesai mandi mas bisa ke ruang makan yah” pemuda itu hanya menganggukkan kepala dan menutup pintu kamar mandi rapat-rapat

Kamis, 11 Februari 2016

Anak Kuning Kotak-Kotak

Menelusuri kembali masa yang tengah pergi

Tergambar seorang anak
Yang masih bodoh akan dewasa
Yang masih linglung akan jiwa
Yang masih sulit akan derita

Berjalan lagi

Ku menemukan perubahan!
Senyum sumringah tertancap di wajahnya
Bahagia yang tulus terpancar dari tuturnya
Serta kepuasan mengalir dari geraknya

Masih berjalan

Anak itu menemukan tempat dewasanya
Anak itu menemukan tempat jiwanya
Anak itu menemukan tempat penghapus deritanya
Sehingga ku tahu anak itu diriku

Masih berjalan
Berjalan lagi
Tetap berjalan
Hingga ku meninggalkan tempat itu dengan prestasi

Maros, 15-1-2016

Follower

My Blog list