ATNIC
Angin pagi
mengetuk-ngetuk jendela kamar seorang pemuda blasteran Paris dan Jakarta ini seraya ingin menghempaskannya dari
mimpi indahnya, beberapa saat datanglah wanita separubaya membangunkan pemuda
itu, “Mas, bangun mas sudah jam berapa ini, nanti telat loh ke sekolahnya” tanpa menghiraukannya pemuda itu tetap saja bergelut
dengan mimpi indahnya, tapi wanita itu tak habis akal ia membasuh wajah pemuda
itu dengan air sehingga ia terjatuh dari tempat tidurnya karena terlalu kaget,
“Lah bibi ganggu aja orang lagi asik
nih” sambil merapikan dirinya dan berjalan ke kamar mandi, sang bibi merapikan
tempat tidurnya sambil berkata “Mas sarapannya sudah jadi kalau selesai mandi
mas bisa ke ruang makan yah” pemuda itu hanya menganggukkan kepala dan menutup
pintu kamar mandi rapat-rapat
Sesudah ia berpakaian
rapi ia menuju ke ruang makan, sama seperti kemarin ia hanya sarapan sendiri,
dan hanya sang bibi yang bolak-balik members-bereskan rumah, kedua orang tuanya
bekerja di Paris dan hanya dia di Jakarta, hanya beberapa suap saja tiba-tiba
dari luar rumah teriak seorang wanita tinggi, putih, dan rambutnya yang terulai
halus “ Mikhaela! Mikhaela! Sudah jam berapa nih? Ayo ke sekolah nanti telat loh” wanita itu adalah sahabat kecil
Mikhaela sang pemuda malas yang bernama panjang Mikhaela Aksara yang berasal
dari keluarga Aksara yang terkenal dengan perusahan dan sahamnya di Paris
maupun di Jakarta, berbanding terbalik dengan sifat sahabat kecilnya itu yang
periang serta bersemangat Jessica Nasution yang sejak kecil telah bersama
Mikhaela dan bisa dibilang mereka bersaudara, dengan seperti biasanya Mikhaela
berjalan dari ruang makan dan pamit dengan sang bibi untuk berangkat ke
sekolah, “Mikhaela rambutmu masih berantakan, rapikan sedikit napa sih!” dengan agak kesal Jessica
memberitahu Mikhaela, Mikhaela hanya membalas “nanti bakalan rapi sendiri kok”,
“mana bisa rambut seperti itu bakalan rapi dengan sendirinya Mikhaela….” Dengan
agak geram Jessica tiba-tiba merapikan rambut Mikhaela “hey apasih yang kamu
lakukan” , “sudah nurut dikit napa sih”
Mikhaela dengan terpaksa berjalan bungkuk dari rumahnya menuju sekolah karena
Jessica ingin merapikan rambutnya, setengah jalan setelah rambut Mikhaela rapi
“nah kalau ginikan sahabatku jadi ganteng, gimana?”, Mikhaela dengan nada
bicara biasa “udah? Makasih kalau gitu” entah Mikhaela kesal atau Mikhaela
senang ada yang memperhatikan rambutnya yang dia sendiri malas untuk
memperhatikannya
Sesampainya di sekolah
Mikhaela dan Jessica berpisah di persimpangan lorong antara kelas XII IPA 3 dan
XII IPA 5, sesampainya di kelas Mikhaela langsung duduk di bangku barisan depan
sendiri, sejak kelas X tidak ada yang berani duduk di sebelah Mikhaela entah
karena dia tinggi besar dan jarang bicara atau karena pekerjaan orang tuanya,
berbeda lagi dengan Jessica semenjak kelas X banyak yang ingin duduk di
sebelahnya tak hanya para lelaki tapi para wantia pun ingin duduk di
sebelahnya, pelajaran pertama di kelas Mikhaela adalah bahasa Inggris, ia
diminta untuk berpidato di depan kelas entah kenapa tiba-tiba suasana kelas
menjadi senyap mungkin teman sekelas Mikhaela penasaran bagaimana Mikhaela
berpidato, Mikhaela baru saja mengucapkan salam tiba-tiba ada seorang murid
dari kelas Jessica mengatakan kalau Jessica tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke
rumah sakit terdekat, tanpa berfikir panjang Mikhaela langsung berlari menuju
rumahnya dan mengendarai mobil ke rumah sakit, sesampanya disana Mikhaela
dipandu oleh suster menuju ruangan Jessica sesampainya disana ternyata ada
seseorang lelaki rapi dan menurut Mikhaela dia lah lelaki idaman cewek satu
sekolah, Abdul Malik, Mikhaela hanya
terfokus dengan Jessica, dengan sigap ia menggenggam tangan sahabatnya itu
“Jessica kamu kenapa?” , Jessica menjawab dengan suara agak kecil “ Ku
baik-baik saja kok” sambil menggenggam tangan Jessica Mikhaela terus
mencecarkan pertanyaan kepada Jessica yang masih sakit namun seketika Malik
membisiki Mikhaela “Keluar,ada yang ingin gue
omongin” dengan sigap Mikhaela melepas genggamannya dan keluar kamar
Jessica, Malik langsung menanyai Mikhaela,”lo
siapanya Jessica sih?”, Malik merasa pertanyaan itu tak harus ia jawab dia
merasa telah menyia-nyiakan waktunya hanya untuk pertanyaan itu, ia ingin masuk
ke kamar itu lagi tapi tiba-tiba Malik menepuk bahu Mikhaela dan disaat ia
berbalik tinjuan Malik tepat menghanta pipi dari Mikhaela, ia tak melawan
apapun ia berdiri dan tetap ingin masuk ke kamar itu, entah karena tangannya
Malik yang kesakitan juga atau ia telah lelah hanya melayangkan satu pukulan
saja Mikhaela dengan pipi bengkak dan lebam masuk lagi keruangan itu berbalik
lagi kali ini Jessica yang khawatir dan menanyai Mikhaela dari mana luka itu,
Jessica bertanya “Malik kemana?” Mikhaela hanya diam sekali lagi Jessica
menanyakan hal yang sama, Mikhaela menjawabnya hanya dengan gelengan, tiba-tiba
masuk telfon dari Malik dan mengatakan harus cepat kembali ke sekolah karena
masih ada hal penting lainnya, dan Jessica menyuruh Mikhaela untuk ke sekolah
juga tapi Mikhaela menolak dan tetap di kamar itu hingga malam tiba dan
beberapa saat ada perintah doker yang menyatakan kalau Jessica dapat pulang
mala mini, dengan bergegas Mikhaela membantu Jessica untuk pulang kerumahnya,
tapi seperti yang ia ketahui Jessica juga tinggal sendiri di rumahnya ia hanya
tinggal dengan seorang ayah dan ia telah bekerja di Jepang untuk waktu yang
sangat lama, Mikhaela memutuskan untuk membawa Jessica pulang kerumahnya
Keesokannya ia menegok
Jessica di kamar tamu yang sudah dibereskan sama bibi, gadis itu masih terlelap
dan baru kali ini Mikhaela bangun pagi-pagi sekali hanya untuk melihat
sahabatnya itu tanpa sengaja pas Mikhaela masuk tiba-tiba hand phone Jessica
berdering, Malik tulisan di layarnya, Mikhaela dengan sigap langsung keluar
kamar tanpa diketahui oleh Jessica, hari ini Mikhaela memutuskan untuk menemani
Jessica di rumahnya hingga ia merasa pulih seratus persen, baru kali ini
Jessica asik dengan hand phonenya itu biasanya Jessica lah yang paling cerewet,
Mikhaela hanya diam saja menatap kelayar Tv, sore harinya Jessica merasa baikan
ia memutuskan untuk pulang kerumahnya yang hanya berjarak dua rumah dari rumah
Mikhaela, keesokannya. Kali ini berbeda Mikhaela menjemput Jessica dengan mobil
pribadinya dengan alasan nanti sakit Jessica kambuh ia melakukan hal itu hari
demi hari, dan selalu berjalan disamping Jessica hingga suatu saat Jessica
mengatakn sesuatu hal yang membuat Mikhaela tertegun, “sorry Mikhaela gua sudah
memiliki Malik, sebenarnya dia adalah pacarku, gua tau persahabatan kita bagaikan saudara tapi kali ini gua mohon untuk tidak seperti ini lagi
cukup sahabat saja” Mikhaela hanya diam, dia tetap menggenggam tangan Jessica
sambil membawanya kemobil yang telah ia parkir di depan skolah, tiba-tiba
Jessica menampar Mikhaela dan pergi meninggalkan Mikhaela sendiri
Beberapa minggu hingga
ujian naisonal berlangsung Mikhaela jarang melihat Jessica, dan kalaupun
bertemu Jessica pasti bersama Malik, Mikhaela seperti biasanya hanya diam dan fokus
untuk kuliahnya nanti di jurusan Teknik Informatika di salah satu universitas
negeri, ia tetap tak tahu Jessica bakalan lanjut kemana, dan kuliah perdana
Mikhaela dibuka dengan ospek ia menjadi bahan olokan senior yang ada di sana
entah karna ia pendia atau karena apa, tapi tiba-tiba ada senior yang
menghampiri gerombolan senior yang mengolok Mikhaela dan perlahan bubar,”
perkenalkan nama saya Aurora Ningsih dari Fakultas Informatika angkatan 2015,
kamu?”,dengan nada suara yang biasa “saya Mikhaela Aksara, saya mahasiswa baru
kak di fakultas yang sama dengan kakak” sehabis berkenlan sang senior baik itu
mengajak Mikhaela berkeliling kampus hingga tanpa ia sadari hari demi hari,
bulan demi bulan hingga Mikhaela menjadi senior juga namun ia masih tetap
menganggap Aurora sebagai seniornya. Sehingga kedekatan mereka bagaikan orang
berpacaran. Aurora Ningsih sang ibunda khayangan itulah sebutan teman-teman
Mikhaela terhadap senior super baik itu, tapi Mikhaela tak ingin ambil pusing
akan hal itu, hingga entah ia merasa kesepian atau merasa galau, Mikhaela
mengirimkan pesan ke seniornya itu, ia ingin belajar banyak tentang
materi-materi yang inign ia pelajari dahulu sebelum teman-temannya pelajari,
hingga suatu hari Aurora mengungkapkan perasaannya waktu ia mengajarkan suatu
materi terhadap Mikhaela,”Mikhaela bodoh, aku mencintaimu aneh memang seorang
wanita mengungkapkan perasaannya kan?”, Mikhaela hanya diam dia tiba-tiba
memeluk Aurora dan mengatakan “lebih baik kita sahabatan, ku masih bertahan
pada hati yang melepaskanku karna kutahu memekarkan cinta di taman orang lain
itu sulit” tiba-tiba dipelukan Mikhaela Aurora menangis dan mengatakan
“hahahaha iya yah mungkin kali ini aku yang bodoh” sambil memaksa tertawa,
Aurora tertidur karena kelelahan dengan setiap kegiatannya di kampus sehingga
Mikhaela membawa Aurora di kamar tamu, entah gambaran apa yang terjadi Mikhaela
terkena déjà vu ia mengingat masa-masa indahnya bersama Jessica hingga ia
meneteskan airmatanya hanya untuk seorang gadis yang pernah menamparnya, ia keluar
dari kamar itu dan terlelap di ruang belajar tadi, keesokkannya pada saat ia
bangun, Mikhaela terbalut selimut dan menemukan secarik kertas, “aku akan fokus
untuk mengejar ujian-ujian ku maaf aku harus pulang sekarang” kata dari Aurora
dalam secarik kertas itu, sesampainya Mikhaela di kampusnya ia tak menemukan
Aurora sama sekali, tapi ia hanya menemukan berita bahwa senior baiknya itu
masuk ke rumah sakit, dan lagi-lagi Mikhaela merasakan déjà vu ia meluncur ke
rumah sakit dan menemui Aurora, ia mencecar Aurora pertanyaan tentang
kesehatannya dan Aurora hanya menjawab “aku baik-baik saja” tiba-tiba hand
phone Mikhaela bordering, nomor privasi tertulis di layarnya, ia mengangkatnnya
dan ternyata Jessica menelponnya entah kenapa disaat bersamaan hal itu terjadi
dan anehnya Jessica menanyakan kabar Aurora bagaikan Jessica adalah saudara
kandung Aurora, beberapa saat kemudian Jessica bersama Malik berada di kamar
Aurora dan ternyata seperti yang Mikhaela lihat sendiri Jessica memilki
beberapa hal yang mirip dengan Aurora dan tiba-tiba ia teringat ternyata
Jessica memiliki kakak kandung dan kali ini ia mengatakan kata-kata adik
kandung Aurora kepadanya, penjelasan panjang lebar tentang hubungan Malik dan
Jessica dari Aurora dan tentang persaudaraan Aurora dan Jessica.
Berangsur-angsur kesehatan Aurora membaik tiba-tiba Jessica mengatakan “Mba
Rora katanya Mba sukakan sama Mikhaela, itu sahabat aku kok Mba dia orangnya
baik dan peduli walaupun agak malas dan cuek sih tiba-tiba Mikhaela memeluk
Aurora dan mengatakan “Maafkan aku kali ini tidak akan kusia-siakan semuanya,
aku juga cinta kamu”
-THE END-
0 komentar:
Posting Komentar