MIMPI SANG PEMUDA MENUJU TANGGA MASA DEPAN

Senin, 15 Februari 2016

ATNIC

Angin pagi mengetuk-ngetuk jendela kamar seorang pemuda blasteran Paris dan Jakarta ini seraya ingin menghempaskannya dari mimpi indahnya, beberapa saat datanglah wanita separubaya membangunkan pemuda itu, “Mas, bangun mas sudah jam berapa ini, nanti telat loh ke sekolahnya” tanpa menghiraukannya pemuda itu tetap saja bergelut dengan mimpi indahnya, tapi wanita itu tak habis akal ia membasuh wajah pemuda itu dengan air sehingga ia terjatuh dari tempat tidurnya karena terlalu kaget, “Lah bibi ganggu aja orang lagi asik nih” sambil merapikan dirinya dan berjalan ke kamar mandi, sang bibi merapikan tempat tidurnya sambil berkata “Mas sarapannya sudah jadi kalau selesai mandi mas bisa ke ruang makan yah” pemuda itu hanya menganggukkan kepala dan menutup pintu kamar mandi rapat-rapat

Sesudah ia berpakaian rapi ia menuju ke ruang makan, sama seperti kemarin ia hanya sarapan sendiri, dan hanya sang bibi yang bolak-balik members-bereskan rumah, kedua orang tuanya bekerja di Paris dan hanya dia di Jakarta, hanya beberapa suap saja tiba-tiba dari luar rumah teriak seorang wanita tinggi, putih, dan rambutnya yang terulai halus “ Mikhaela! Mikhaela! Sudah jam berapa nih? Ayo ke sekolah nanti telat loh” wanita itu adalah sahabat kecil Mikhaela sang pemuda malas yang bernama panjang Mikhaela Aksara yang berasal dari keluarga Aksara yang terkenal dengan perusahan dan sahamnya di Paris maupun di Jakarta, berbanding terbalik dengan sifat sahabat kecilnya itu yang periang serta bersemangat Jessica Nasution yang sejak kecil telah bersama Mikhaela dan bisa dibilang mereka bersaudara, dengan seperti biasanya Mikhaela berjalan dari ruang makan dan pamit dengan sang bibi untuk berangkat ke sekolah, “Mikhaela rambutmu masih berantakan, rapikan sedikit napa sih!” dengan agak kesal Jessica memberitahu Mikhaela, Mikhaela hanya membalas “nanti bakalan rapi sendiri kok”, “mana bisa rambut seperti itu bakalan rapi dengan sendirinya Mikhaela….” Dengan agak geram Jessica tiba-tiba merapikan rambut Mikhaela “hey apasih yang kamu lakukan” , “sudah nurut dikit napa sih” Mikhaela dengan terpaksa berjalan bungkuk dari rumahnya menuju sekolah karena Jessica ingin merapikan rambutnya, setengah jalan setelah rambut Mikhaela rapi “nah kalau ginikan sahabatku jadi ganteng, gimana?”, Mikhaela dengan nada bicara biasa “udah? Makasih kalau gitu” entah Mikhaela kesal atau Mikhaela senang ada yang memperhatikan rambutnya yang dia sendiri malas untuk memperhatikannya
Sesampainya di sekolah Mikhaela dan Jessica berpisah di persimpangan lorong antara kelas XII IPA 3 dan XII IPA 5, sesampainya di kelas Mikhaela langsung duduk di bangku barisan depan sendiri, sejak kelas X tidak ada yang berani duduk di sebelah Mikhaela entah karena dia tinggi besar dan jarang bicara atau karena pekerjaan orang tuanya, berbeda lagi dengan Jessica semenjak kelas X banyak yang ingin duduk di sebelahnya tak hanya para lelaki tapi para wantia pun ingin duduk di sebelahnya, pelajaran pertama di kelas Mikhaela adalah bahasa Inggris, ia diminta untuk berpidato di depan kelas entah kenapa tiba-tiba suasana kelas menjadi senyap mungkin teman sekelas Mikhaela penasaran bagaimana Mikhaela berpidato, Mikhaela baru saja mengucapkan salam tiba-tiba ada seorang murid dari kelas Jessica mengatakan kalau Jessica tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, tanpa berfikir panjang Mikhaela langsung berlari menuju rumahnya dan mengendarai mobil ke rumah sakit, sesampanya disana Mikhaela dipandu oleh suster menuju ruangan Jessica sesampainya disana ternyata ada seseorang lelaki rapi dan menurut Mikhaela dia lah lelaki idaman cewek satu sekolah, Abdul Malik,  Mikhaela hanya terfokus dengan Jessica, dengan sigap ia menggenggam tangan sahabatnya itu “Jessica kamu kenapa?” , Jessica menjawab dengan suara agak kecil “ Ku baik-baik saja kok” sambil menggenggam tangan Jessica Mikhaela terus mencecarkan pertanyaan kepada Jessica yang masih sakit namun seketika Malik membisiki Mikhaela “Keluar,ada yang ingin gue omongin” dengan sigap Mikhaela melepas genggamannya dan keluar kamar Jessica, Malik langsung menanyai Mikhaela,”lo siapanya Jessica sih?”, Malik merasa pertanyaan itu tak harus ia jawab dia merasa telah menyia-nyiakan waktunya hanya untuk pertanyaan itu, ia ingin masuk ke kamar itu lagi tapi tiba-tiba Malik menepuk bahu Mikhaela dan disaat ia berbalik tinjuan Malik tepat menghanta pipi dari Mikhaela, ia tak melawan apapun ia berdiri dan tetap ingin masuk ke kamar itu, entah karena tangannya Malik yang kesakitan juga atau ia telah lelah hanya melayangkan satu pukulan saja Mikhaela dengan pipi bengkak dan lebam masuk lagi keruangan itu berbalik lagi kali ini Jessica yang khawatir dan menanyai Mikhaela dari mana luka itu, Jessica bertanya “Malik kemana?” Mikhaela hanya diam sekali lagi Jessica menanyakan hal yang sama, Mikhaela menjawabnya hanya dengan gelengan, tiba-tiba masuk telfon dari Malik dan mengatakan harus cepat kembali ke sekolah karena masih ada hal penting lainnya, dan Jessica menyuruh Mikhaela untuk ke sekolah juga tapi Mikhaela menolak dan tetap di kamar itu hingga malam tiba dan beberapa saat ada perintah doker yang menyatakan kalau Jessica dapat pulang mala mini, dengan bergegas Mikhaela membantu Jessica untuk pulang kerumahnya, tapi seperti yang ia ketahui Jessica juga tinggal sendiri di rumahnya ia hanya tinggal dengan seorang ayah dan ia telah bekerja di Jepang untuk waktu yang sangat lama, Mikhaela memutuskan untuk membawa Jessica pulang kerumahnya
Keesokannya ia menegok Jessica di kamar tamu yang sudah dibereskan sama bibi, gadis itu masih terlelap dan baru kali ini Mikhaela bangun pagi-pagi sekali hanya untuk melihat sahabatnya itu tanpa sengaja pas Mikhaela masuk tiba-tiba hand phone Jessica berdering, Malik tulisan di layarnya, Mikhaela dengan sigap langsung keluar kamar tanpa diketahui oleh Jessica, hari ini Mikhaela memutuskan untuk menemani Jessica di rumahnya hingga ia merasa pulih seratus persen, baru kali ini Jessica asik dengan hand phonenya itu biasanya Jessica lah yang paling cerewet, Mikhaela hanya diam saja menatap kelayar Tv, sore harinya Jessica merasa baikan ia memutuskan untuk pulang kerumahnya yang hanya berjarak dua rumah dari rumah Mikhaela, keesokannya. Kali ini berbeda Mikhaela menjemput Jessica dengan mobil pribadinya dengan alasan nanti sakit Jessica kambuh ia melakukan hal itu hari demi hari, dan selalu berjalan disamping Jessica hingga suatu saat Jessica mengatakn sesuatu hal yang membuat Mikhaela tertegun, “sorry Mikhaela gua sudah memiliki Malik, sebenarnya dia adalah pacarku, gua tau persahabatan kita bagaikan saudara tapi kali ini gua mohon untuk tidak seperti ini lagi cukup sahabat saja” Mikhaela hanya diam, dia tetap menggenggam tangan Jessica sambil membawanya kemobil yang telah ia parkir di depan skolah, tiba-tiba Jessica menampar Mikhaela dan pergi meninggalkan Mikhaela sendiri
Beberapa minggu hingga ujian naisonal berlangsung Mikhaela jarang melihat Jessica, dan kalaupun bertemu Jessica pasti bersama Malik, Mikhaela seperti biasanya hanya diam dan fokus untuk kuliahnya nanti di jurusan Teknik Informatika di salah satu universitas negeri, ia tetap tak tahu Jessica bakalan lanjut kemana, dan kuliah perdana Mikhaela dibuka dengan ospek ia menjadi bahan olokan senior yang ada di sana entah karna ia pendia atau karena apa, tapi tiba-tiba ada senior yang menghampiri gerombolan senior yang mengolok Mikhaela dan perlahan bubar,” perkenalkan nama saya Aurora Ningsih dari Fakultas Informatika angkatan 2015, kamu?”,dengan nada suara yang biasa “saya Mikhaela Aksara, saya mahasiswa baru kak di fakultas yang sama dengan kakak” sehabis berkenlan sang senior baik itu mengajak Mikhaela berkeliling kampus hingga tanpa ia sadari hari demi hari, bulan demi bulan hingga Mikhaela menjadi senior juga namun ia masih tetap menganggap Aurora sebagai seniornya. Sehingga kedekatan mereka bagaikan orang berpacaran. Aurora Ningsih sang ibunda khayangan itulah sebutan teman-teman Mikhaela terhadap senior super baik itu, tapi Mikhaela tak ingin ambil pusing akan hal itu, hingga entah ia merasa kesepian atau merasa galau, Mikhaela mengirimkan pesan ke seniornya itu, ia ingin belajar banyak tentang materi-materi yang inign ia pelajari dahulu sebelum teman-temannya pelajari, hingga suatu hari Aurora mengungkapkan perasaannya waktu ia mengajarkan suatu materi terhadap Mikhaela,”Mikhaela bodoh, aku mencintaimu aneh memang seorang wanita mengungkapkan perasaannya kan?”, Mikhaela hanya diam dia tiba-tiba memeluk Aurora dan mengatakan “lebih baik kita sahabatan, ku masih bertahan pada hati yang melepaskanku karna kutahu memekarkan cinta di taman orang lain itu sulit” tiba-tiba dipelukan Mikhaela Aurora menangis dan mengatakan “hahahaha iya yah mungkin kali ini aku yang bodoh” sambil memaksa tertawa, Aurora tertidur karena kelelahan dengan setiap kegiatannya di kampus sehingga Mikhaela membawa Aurora di kamar tamu, entah gambaran apa yang terjadi Mikhaela terkena déjà vu ia mengingat masa-masa indahnya bersama Jessica hingga ia meneteskan airmatanya hanya untuk seorang gadis yang pernah menamparnya, ia keluar dari kamar itu dan terlelap di ruang belajar tadi, keesokkannya pada saat ia bangun, Mikhaela terbalut selimut dan menemukan secarik kertas, “aku akan fokus untuk mengejar ujian-ujian ku maaf aku harus pulang sekarang” kata dari Aurora dalam secarik kertas itu, sesampainya Mikhaela di kampusnya ia tak menemukan Aurora sama sekali, tapi ia hanya menemukan berita bahwa senior baiknya itu masuk ke rumah sakit, dan lagi-lagi Mikhaela merasakan déjà vu ia meluncur ke rumah sakit dan menemui Aurora, ia mencecar Aurora pertanyaan tentang kesehatannya dan Aurora hanya menjawab “aku baik-baik saja” tiba-tiba hand phone Mikhaela bordering, nomor privasi tertulis di layarnya, ia mengangkatnnya dan ternyata Jessica menelponnya entah kenapa disaat bersamaan hal itu terjadi dan anehnya Jessica menanyakan kabar Aurora bagaikan Jessica adalah saudara kandung Aurora, beberapa saat kemudian Jessica bersama Malik berada di kamar Aurora dan ternyata seperti yang Mikhaela lihat sendiri Jessica memilki beberapa hal yang mirip dengan Aurora dan tiba-tiba ia teringat ternyata Jessica memiliki kakak kandung dan kali ini ia mengatakan kata-kata adik kandung Aurora kepadanya, penjelasan panjang lebar tentang hubungan Malik dan Jessica dari Aurora dan tentang persaudaraan Aurora dan Jessica. Berangsur-angsur kesehatan Aurora membaik tiba-tiba Jessica mengatakan “Mba Rora katanya Mba sukakan sama Mikhaela, itu sahabat aku kok Mba dia orangnya baik dan peduli walaupun agak malas dan cuek sih tiba-tiba Mikhaela memeluk Aurora dan mengatakan “Maafkan aku kali ini tidak akan kusia-siakan semuanya, aku juga cinta kamu”

                                                   -THE END-

0 komentar:

Posting Komentar

Follower

My Blog list