MIMPI SANG PEMUDA MENUJU TANGGA MASA DEPAN

Sabtu, 27 Februari 2016

Persuasif


Harus kah ku tetap termenung di antara beberapa lembaran hal yang membuatku 
mematung? Kali ini ku hanya duduk manis di bawah pepohonan yang rindang ditemani siulan burung gereja kecil, sesekali ku bertanya pada ranting yang jatuh, "apakah yang terasa disaat harus pergi meninggalkan sesuatu yang pernah melekat?" ku hanya melihat ranting itu terdiam dan perlahan pergi digusur oleh hempasan angin, untuk kesekian kalinya mencoba untuk mencintai seseorang lagi, mencari kebahagiaan bersama untuk memijah diri dari suatu yang dikira orang mati hari ini, masih terngiang beberapa helai senyumnya dengan dukungan beberapa suara halusnya
ah asik terasa, walau ku tahu hanya sepi yang pertama menemuiku disaat kau terhempas pergi ,mestikah diriku menyanyikan beberapa elegi demi meneteskan air mata? Atau menulis beberapa sajak dan diukir di beberapa helai dedaunan? Tapi ingat walau ku tahu dirimu mungkin bukan untukku selamanya tapi kutak akan pernah lelah menulis sajak berima di prantara jurang kebodohan
Karna cinta dari penikmat sajak bukan hanya dari kata dan sajak tapi dari makna dan perasaan

  3 komentar:

  1. Wow, great words. Sesuai sama isi hati :' visit blogku juga yaa cherryblossom-world.blogspot.com

    BalasHapus

Follower

My Blog list