MIMPI SANG PEMUDA MENUJU TANGGA MASA DEPAN

Minggu, 10 April 2016

Pinta Seorang Penyair

Menuliskan beberapa untaian sajak untuk mu, lagi, lagi, lagi hingga matahari menelan panasnya sendiri. Aku hanya ingin suatu makna dalam setiap ingin mu, menjadikan ku suatu keharusan dalam mencintai hati yang setiap saat ku mencoba untuk membenahi, kali ini apa lagi? puisi kali ini menangis lagi, lagi, lagi hingga air mata berubah menjadi derasnya air terjun di pelosok sana, MUNGKIN saja kau merindukan ku diantara lebatnya kesibukan mu, tapi pernahkah kau berpikir untuk meluangkan beberapa nikmat mu itu untuku, walau harus meneteskan secangkir keringat ataupun menangisi kepergian kesibukan? benarkan? kapankah kau belajar untuk mengutai doa sendiri, menaikkan sebuah harap di antara dedaunan yang rontok dimakan angin malam.



Hanya untuk mu
Kepastian ini selalu ku nanti,
walau ku tak tahu kapan akan mati
pergi dan tak akan kembali,
MUNGKIN
kau akan menyesali itu

Bukan karena lelah menuliskan sajak untukmu, ku hanya tidak menemukan kosa-kata yang tersembunyi dari tidur malam mu, usahamu kurindukan, hanya itu rinduku untukmu ingat itu, tapi apa???????????? apa yang membuat ku harus merindukan mu lagi? sengaja ku biarkan meluap, biar membanjiri mata ini saja, ku tak ingin membanjiri hati orang lain termasuk kamu, MUNGKIN kau belum mengerti semua, belajarlah mencintai dirimu sendiri, aku akan disini berdiri tak tahu berapa lama, mungkin akan ada orang dewasa lain yang mendambaku dan aku mendambakannya juga, birkanlah jingga biarkan! anggap saja kali ini aku bodoh, anggap saja kali ini ku bedebah, anggap aku sejelek-jeleknya dar yang kau kira paling jelek di dunia ini, tapi jangan membuatku sedih atas perkataan orang lain tentang kejelekan diriku, hanya kamu yang boleh mengatakannya

Mengertilah dunia terlalu kecil
untuk membuat kita
semakin dewasa
buat dunia mu
dengan atau tanpa aku
kamu hebat, karena kamu ada
karena kamu percaya
karena kamu adalah hebat
  

0 komentar:

Posting Komentar

Follower

My Blog list