Mengkristalkan Hujan Mencairkan Embun
Disaat malam tiba kau bagaikan bintang terang yang menyinariku
mengalir bagaikan hembus nafas setiap denyut jantungku
mendawai indah bagaikan melodi merdu seruling bambu
dan melengkung seduh dalam kepercayaan menanti mu
Pagi ini kau menjelma hujan deras
membuat daun basah dikarnakan rintiknya
merajut asa dalam setiap sekon cucurannya
dan menempelkan senyuman dalam setiap rindunya
Siang ini kau seperti lantunan merdu angin yang menghanyutkanku
yang memberiku kerinduan tanpa batas dalam setiap langkahku
yang menyemangatiku dalam langkah-langkahku
yang membalutku hangat dalam setiap sedihku
Petang ini kau menjadi titik rindu dalam kalbu
menjadi pematik semangat untuk hari esok
yang mengristalkan hujan dan mencairkan embun
yang memberiku kerinduan tanpa batas dalam setiap langkahku
yang menyemangatiku dalam langkah-langkahku
yang membalutku hangat dalam setiap sedihku
Petang ini kau menjadi titik rindu dalam kalbu
menjadi pematik semangat untuk hari esok
yang mengristalkan hujan dan mencairkan embun

Senja ini kau berada disela-sela jingga
BalasHapusMenatap penuh curiga
Untuk cinta yang selalu terjaga
Malam ini terlalu indah pada kenangan, telah dicecapnya kerinduan tak berkesudah. Ia menatap hujan di luar sana. Tetes air menjelma beling, berkilap gemertap. Dadanya sarat getar, semalam-malam dimana ia mengurung diri, didapati dunia terlampau luas kini. Tampak ia mengkristalkan hujan, mencairkan embun.
BalasHapus*Pemuda di sudut kota