Buku, Puisi, Penulis dan Pembaca #MIWF2016
MIWF 2016 Day-4 (Last)
MIWF, setiap membaca susunan huruf itu yang terbayang adalah buku, puisi, penulis, dan pembaca. festival ini sukses membuat banyak orang tergila-gila, mulai dari panas-panasan hingga bergembira bersama. dari hari peratama-terakhir yang membuat saya tak pernah lupa bahwa saya termasuk orang yang gila dalam batin hanya untuk belajar literasi dan mencari inspirasi.
Taman yang paling ingin ku tiduri lama adalah Taman buku atau baca, yang kurang pada saat itu adalah kekasih atau sahabat untuk menemani menjadi gila. Ada banyak diskusi yang membuat saya semakin peka akan literasi, terhadap buku, puisi maupun apapun itu yang berbau kebahagian atas sastra.
Pernah sesekali air mata ini ingin menetes waktu membahas perjuangan pejuang literasi yang dari daerah-daerah jauh namum mereka tetap semangat. JUJUR sebagai pemuda yang masih 17 tahun saya merasa malu, daerah yang dapat dibilang perkotaan tapi peminat sastranya kurang, saya juga menyayangkan pejuang literasi yang "Katanya" jujur atau benar-benar ingin memajukan daerah hanya duduk manis saja, kala memang ada kerja itu sangat sedikit dan kecil saja.
Intinya perset** tentang pertanyaan "kenapa belum balik Maros?" saya hanya senang tenggelam di MIWF, kota berasa desa beraroma Eropa bernafaskan cinta. Banyak sekali pelajaran dari setiap workshop untuk kaum yang sangat muda seperti saya yang masih 17 tahun, miris sekali saya melihat saudara saya yang terus-terusan bergumuh dengan soal dan pelajaran, HIDUP TAK SELAMANYA TENTANG BELAJAR SOAL, DUDUK MENGHADAP MEJA BERJAM-JAM, DI TEMPAT LES, RUMAH ATAUPUN APA SAJA ITU, yang tidak suka silakan marahi saya lewat komen atau twitter, miris sekali ketika saya melihat pelajar yang ternyata datang hanya ingin berselfie ria, tertawa lepas bergosip dan hanya berkumpul tidak jelas, mungkin alasan mereka melakukan itu karena itulah hal yang membuat mereka senang dan bahagia, iya HIDUP JUGA TAK SELAMANYA TENTANG BUKU, SASTRA, KOPI, DAN LITERASI, tapi pernahkah terbesit dipikiran mereka suatu kesadaran? semoga saja.
MIWF tahun ini merupakan MIWF pertama saya, saya bahagia telah hadir selama empat hari dan semoga tahun depan saya telah menjadi bagian dari MIWF itu sendiri. #MeiAyoKeMakassar #MIWF2016

0 komentar:
Posting Komentar