MIMPI SANG PEMUDA MENUJU TANGGA MASA DEPAN

Kamis, 19 Mei 2016

Panas Peluh Pinta #MIWF2016

MIWF 2016 Day-2

(19/5) Untuk hari ini kebayakkan acara berlangsung diluar main place atau tempat inti MIWF itu sendiri (Fort Rotterdam), uniknya acaranya dipisah ke kampus-kampus yang terpilih seperti UNHAS, UNM, UIN Samata, dan Universitas Bosowa.

Saya tidak akan membahas secara luas tentang acara-acara yang berlangsung diluar dari tempat inti (Fort Rotterdam), tapi dari yang saya cerna di linimasa, kebanyakan atau dominan pembicara di forum diskusi tersebut berasal dari Negara diluar Indonesia. Oleh karena itu acara-acara tersebut sukses untuk menarik fokus mahasiswa untuk membludaki tempat-tempat berlangsungnya acara tersebut.


Tak kalah menariknya di tempat inti MIWF itu sendiri dibuka dengan Workshop: Finding Indonesian Values in Children’s Literature and Antion. Dengan pembicara Clara Ng penulis dari cerita anak ”Dru dan Lima Kerjaan” dan sang animator “Adit dan Sopo, Jarwo” Dana Riza dengan Moderator Kak Heru dari rumah dongeng, uniknya dari acara ini, ia dibuka dengan penceritaan dongeng dari moderator yang berhasil mencuri pandang peserta.di lanjut dengan pembawaan materi oleh Clara Ng yang sangat menarik tentang bacaan anak, tentang nilai moral yang terkandung dalam cerita anak itu sendiri, “Nilai yang diajarkan di Indonesia sama saja dengan nilai yang diajarkan di Eropa”, ujar Clara Ng saat menjelaskan nilai moral dalam cerita anak di Indonesia. Tak mau kalah Dana Riza sebelum menjelaskan tentang banyak hal tentang nilai moral dalam karya-karya animasi atau semua animasi yang baik terhadap anak menunjukan cuplikan dari animasi “Adit dan Sopo, Jarwo” dan pada saat beliau menjelaskan tentang animasinya, ia mengatakan, “Jujur saya tidak suka menonton televisi terutama menonton sinetron”, beliau menunjukkan ketidaktertarikkannya terhadap dunia sinetron sehingga ia memilih untuk membuat animasi sebagai tontonan yang berkualitas.

Setelah itu, acara yang berlangsung di tempat inti tidaklah terlalu terfokuskan, karena seperti yang saya jelaskan sebelumnya, sebagian besar acaranya terbagi-bagi di luar tempat inti. Tapi beruntungnya saya bertemu dengan acara diskusi buku, berbagi cerita tentang buku yang mengubah hidup yang dipandu oleh Maman Suherman penulis “RE: dan peREmpuan”, di forum diskusi itu saya bungkam, terpanah melihat saudara-saudara saya dari daerah yang jauh hanya untuk duduk, tersenyum, bercerita tentang hidup dan buku di MIWF itu sendiri, selama diskusi tersebut banyak mimpi yang telah tergores di antara peserta diskusi, serta gaya bicara serta gaya diskusi Maman Suherman membuat atmosphere diskusi ini berasa diskusi bersama teman atau sahabat sedaerah, ada satu lagi yang sangat berkesan dari forum ini, adalah hadirnya pengada perpusatakaan bergerak pertama di Paupa yang hanya menenteng 30 buku menembus hutan dan mendaki gunung, hanya untuk mencerdaskan anak papua dan untuk menjauhkan anak papua dari kegiatan yang negative.

Selanjutnya ada panel diskusi yang sangat tidak sempat saya hadiri karena kegiatan workshop akan berlangsung, dan pada saat itu juga Maman Suherman mengadakan Book Launch RE: dan peREmpuan yang anehnya saya tidak mendapatkan berita apapun tentang kedua acara tersebut melalui linimasa atau cerita dari mulut-kemulut.

Melangkah ke acara Workshop: Singing Your Poetry bersama Ari Reda dan Joko Pinurbo dengan moderator Khrisna Phabicara, saya tidak banyak mencatat tentang forum ini, karena menurut saya forum ini tidak untuk dicatat tapi dinikmati dengan hati, Ari Reda menyanyikan beberapa musikalisasi puisi yang membuat pendengarnya merinding dan ikutan hanyut dalam lantunan nadanya tersebut, takkalah juga Joko Pinurbo mejelaskan tentang puisi kesukaannya, puisi yang menggambrakan kehidupan, serta cerita-cerita pada saat mulai menulis puisi “Hati memang seperti daun” jelas Joko Pinurbo saat menjelaskan tentang musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Ari Reda. Untuk forum ini Ari Reda memang diciptakan untuk berpasangan dengan Joko Pinurbo karena dalam forum ini mereka saling mengisi dalam hal materi maupun dalam hal kreatifitas.

Seperti hari sebelumnya pada saat sore menjelang senja ada sebuah santapan puisi yang kali ini dipandu oleh M. Aan Mansyur di Taman rasa MIWF 2016, disini beliau membacakan puisi-puisi dari beberapa buku yang telah ia terbitkan, tak hanya Aan, ada juga sahabatnya dari Palu serta sahabatnya yang dari kota sedaerah, Makassar.

Sebagai acara penutup ada acara yang super meriah, yaitu acara di panggung utama, pada saat acara ini berlangsung saya hanya dapat mengambil cerita dari linimasa yang bergejolak, karena di panggung tersebut aka nada penampian dari Ari Reda dan beberapa pemusikalisasi puisi yang tidak kalah epik. Sehingga searusnya acara di panggung utama ini tak bisa kita lewati jika kita berkunjung di MIWF 2016 hari ke-2.


  1 komentar:

Follower

My Blog list